PBNU Dukung Pemerintah Bubarkan HTI

0
218
PBNU Dukung Pemerintah Bubarkan HTI

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj.
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj memberikan apresiasi kepada pemerintah yang membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Baginya, itu adalah langkah yang tepat karena HTI terbukti merongrong keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan hendak mengganti Pancasila dengan Khilafah.
“Itu merupakan kebijakan yang sangat tepat. PBNU mengapresiasi dan mendukung apa yang dilakukan pemerintah (terkait dengan pembubaran HTI),” kata Kiai Said saat ditemui di Lantai 3 Gedung PBNU Jakarta, Senin (8/5).
Menurut dia, HTI merupakan organisasi yang jelas bertentangan dengan ideologi Negara Indonesia yaitu Pancasila. Ia mengatakan, apapun organisasi yang berusaha mengganti Pancasila hendaknya dibubarkan dan dilarang.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah tersebut juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah karena sudah membubarkan organisasi transnasional tersebut. “Pemerintah sudah membubarkan HTI, saya mengucapkan terima kasih, mendukung, respek,” urainya.
Yang harus dilakukan, lanjut Kiai Said, adalah bagaimana aktivis dan simpatisan HTI tersebut dikelola dan dibina agar tidak menjadi liar dan tidak melakukan tindakan-tindakan radikal.
“Bagaimana mengelola mantan-mantan aktivis HTI itu supaya tidak menjadi liar,” terangnya.
Lebih lanjut, Kiai Said menjelaskan, para aktivis HTI tersebut harus diberikan pencerahan dan pemahaman tentang sejarah Indonesia, kiprah ulama-ulama dalam merebut dan menjaga kemerdekaan.
“Harus melalui pendekatan dan diberikan pencerahan tentang apa itu NKRI, mengapa menjadi negara nation-state bukan negara Islam atau negara suku,” urai kiai asal Kempek Cirebon itu.
“Banyak sejarahnya,” lanjutnya.
Menurutnya, umat Islam Indonesia sudah tidak perlu lagi mengotak-atik dasar negara Pancasila. “Kita tinggal menerima dari leluhur kita, tinggal kita isi dengan semangat membangun,” ucapnya.
Ia berharap dan mengaku yakin, Indonesia akan tetap utuh dan bersatu jika pemerintahnya bersikap tegas. Ia juga menyatakan, NU akan selalu berada di belakang pemerintah yang sah.
“Jangan sampai Indonesia terpecah seperti Soviet, Yugoslavia, Afganistan, atau negara-negara Arab lainnya. Indonesia akan tetap utuh,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)
PBNU Dukung Pemerintah Bubarkan HTI

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj.
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj memberikan apresiasi kepada pemerintah yang membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Baginya, itu adalah langkah yang tepat karena HTI terbukti merongrong keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan hendak mengganti Pancasila dengan Khilafah.
“Itu merupakan kebijakan yang sangat tepat. PBNU mengapresiasi dan mendukung apa yang dilakukan pemerintah (terkait dengan pembubaran HTI),” kata Kiai Said saat ditemui di Lantai 3 Gedung PBNU Jakarta, Senin (8/5).
Menurut dia, HTI merupakan organisasi yang jelas bertentangan dengan ideologi Negara Indonesia yaitu Pancasila. Ia mengatakan, apapun organisasi yang berusaha mengganti Pancasila hendaknya dibubarkan dan dilarang.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah tersebut juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah karena sudah membubarkan organisasi transnasional tersebut. “Pemerintah sudah membubarkan HTI, saya mengucapkan terima kasih, mendukung, respek,” urainya.
Yang harus dilakukan, lanjut Kiai Said, adalah bagaimana aktivis dan simpatisan HTI tersebut dikelola dan dibina agar tidak menjadi liar dan tidak melakukan tindakan-tindakan radikal.
“Bagaimana mengelola mantan-mantan aktivis HTI itu supaya tidak menjadi liar,” terangnya.
Lebih lanjut, Kiai Said menjelaskan, para aktivis HTI tersebut harus diberikan pencerahan dan pemahaman tentang sejarah Indonesia, kiprah ulama-ulama dalam merebut dan menjaga kemerdekaan.
“Harus melalui pendekatan dan diberikan pencerahan tentang apa itu NKRI, mengapa menjadi negara nation-state bukan negara Islam atau negara suku,” urai kiai asal Kempek Cirebon itu.
“Banyak sejarahnya,” lanjutnya.
Menurutnya, umat Islam Indonesia sudah tidak perlu lagi mengotak-atik dasar negara Pancasila. “Kita tinggal menerima dari leluhur kita, tinggal kita isi dengan semangat membangun,” ucapnya.
Ia berharap dan mengaku yakin, Indonesia akan tetap utuh dan bersatu jika pemerintahnya bersikap tegas. Ia juga menyatakan, NU akan selalu berada di belakang pemerintah yang sah.
“Jangan sampai Indonesia terpecah seperti Soviet, Yugoslavia, Afganistan, atau negara-negara Arab lainnya. Indonesia akan tetap utuh,” tutupnya.

LEAVE A REPLY