Ketua MUI Sebut HTI Tidak Cocok untuk Indonesia

0
457

Ormas HTI saat menggelar konferensi umat di Gelora Bung Karno.
(Foto: hti.or.id)

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Abdul Kadir Makarim menegaskan bahwa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tidak cocok untuk Indonesia karena Indonesia sudah memiliki sistem ketatagenaraan sejak merdeka.

“Kalau Hizbut Tahrir Indonesia mestinya tidak perlu dibicarakan lagi karena tidak cocok untuk Indonesia. Indonesia ini sudah memiliki sistem ketatanegaraan yang disepakati para pendiri bangsa ini sejak bangsa ini merdeka,” kata Abdul Kadir Makarim, Jumat (28/4).

Ia menegaskan, MUI NTT akan terus membangun kesepahaman pada ummat muslim di daerah itu untuk tidak perlu terpengaruh dengan aktivitas HTI karena memiliki tuan untuk memecah belah masyarakat bangsa ini.

Umat Muslim kata dia, agar menghormati sistem yang telah disusun oleh para pendiri bangsa kita, dan terbukti telah mempersatukan seluruh anak bangsa hingga saat ini.

“Kita ini bangsa Indonesia, apapun mahzabnya bangsa kita, tokoh kita, para pendahulu sudah sepakati sistem ini. Jangan terpengaruh dengan sistem ketatanegaraan baru yang justeru akan menimbulkan gejolak,” katanya menambahkan.

Sementara itu, Ketua GP Ansor dan Banser se Nusa Tenggara Timur Abdul Muis mendesak pemerintah untuk membubarkan organisasi itu karena ideologinya bertentangan dengan Ideologi Pancasila.

Menurutnya pergerakan dari HTI sendiri dilakukan secara diam-diam yang ujung-ujungnya adalah menganti negara Indonesia dengan negara Islam atau yang disebut dengan negara Khilafah.

Artinya menurutnya bahwa bisa saja berujung pada makar dan dikhawatirkan akan memecah keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia menegaskan, jika ingin menjadikan Indonesia ini sebagai negara Khilafah, maka lebih baik tidak bertempat tinggal di Indonesia.

Kalau tetap bersih keras untuk mendirikan negara Khilafah di Indonesia, maka menurutnya NU, Banser dan GP Ansor akan menjadi garda terdepan untuk menghalangi niat dari ormas tersebut.

Untuk wilayah NTT sendiri, lanjutnya penyebaran HTI sudah sangat masif. Bahkan sudah terang-terangan memasang atribut dan poster besar di beberapa ruas jalan di Kota Kupang dan sekitarnya.[]

LEAVE A REPLY