Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan, ” Pungutan Liar Termasuk Dosa Besar “

8
48783

 

Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan meminta masyarakat yang menemukan praktik pungutan liar untuk segera melaporkannya ke polisi. Menurut Iriawan, informasi dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk memberantas praktik pungli di pelayan publik yang ada di Indonesia.

“Segera laporkan ke saya. Kemarin tuh OTT (Kemenhub) dapat laporan foto dari masyarakat uang masuknya, minimal kita tahu ada buktinya, jadi jangan asal mengadukan dan kita akan tindak lanjuti,” ujar Iriawan di Mapolda Metro Jaya,

Iriawan menambahkan, selain itu masyarakat juga bisa mengadukannya ke media sosial bidang Humas Polda Metro Jaya. Nantinya laporan dari masyarakat akan ditindaklanjuti untuk mengetahui kebenarannya.

“Di Humas ada media sosialnya, laporkan saja, akan kami tindak lanjuti,” kata Iriawan.

Iriawan menjelaskan, masyarakat bisa mengadukan laporan adanya pungli tidak hanya di instansi Polri. Masyarakat juga bisa mengadukan pungli-pungli yang ada di instansi lainnya. Pria yang akrab disapa Iwan Bule ini menilai setelah OTT di Kemenhub akan memberikan efek jera kepada instansi lainnya yang masih terdapat pungli.

Meskipun begitu, kata Iriawan, pihaknya akan terus memantau instansi-instansi pelayanan publik termasuk di tubuh Polri.

“Yang pasti kemungkinan karena operasi ini semua tiarap sementara, kecuali kalau ada yang coba mungkin, tapi biasanya satu bulan dua bulan main lagi, tapi siapa tahu ada yang enggak tiarap juga, yang jelas kita melakukan ini sesuai perintah Bapak Presiden,” ucap dia.

PUNGUTAN LIAR TERMASUK DOSA BESAR

Imam Adz Dzahabi ternyata memasukkan pungutan liar dalam kitab beliau Al Kabairyang membicarakan tentang dosa-dosa besar. Pungutan liar (makes) di sini biasa dimaksudkan untuk pemungutan dalam jual beli.

Di antara dalil yang beliau bawakan untuk menunjukkan bahwa pungutan liar termasuk dalam Al Kabair yaitu firman Allah Ta’ala,

إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih” (QS. Asy Syura: 42).

Di dalam hadits, tentang seorang perempuan yang melakukan zina yang kemudian menyucikan dirinya dengan menyerahkan dirinya untuk dirajam,

لَقَدْ تَابَتْ تَوْبَةً لَوْ تَابَهَا صَاحِبُ مَكْسٍ لَغُفِرَ لَهُ

“Perempuan itu telah bertaubat dengan taubat yang andai dilakukan oleh pemungut liar, niscaya akan diampuni baginya.” (HR. Muslim no. 1695)

Setelah membawakan dua dalil di atas, Imam Adz Dzahabi berkata bahwa orang yang melakukan pungutan liar mirip dengan perampok jalanan yang lebih jahat daripada pencuri. Orang yang menzalimi orang lain dan berulang kali memungut upeti, maka dia itu lebih zalim dan lebih jahat daripada orang yang adil dalam mengambil pungutan dan penuh kasih sayang pada rakyatnya. Orang yang mengambil pungutan liar, pencatat dan pemungutnya, semuanya bersekutu dalam dosa, sama-sama pemakan harta haram. Demikian kata Imam Adz Dzahabi dalamAl Kabair.

Imam Nawawi juga menyatakan bahwa pungutan liar adalah sejelek-jeleknya dosa. Karena pungutan semacam ini hanyalah menyusahkan dan menzalimi orang lain. Pengambilan pungutan atau upeti seperti ini terus berulang dan itu hanyalah pengambilan harta dengan jalan yang tidak benar, penyalurannya pun tidaklah tepat. Lihat Syarh Shahih Muslim.

Hanya Allah yang beri taufik.

Disusun di siang hari, 1 Sya’ban 1435 H di Pesantren Darush Sholihin

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

 

8 COMMENTS

LEAVE A REPLY