Hukum Menabur Fitnah Dan Menyebarkan Keburukan Orang lain

0
188

Hukum Menabur Fitnah Dan Menyebarkan Keburukan Orang lain

*****

Rasulullah SAW menjelaskan, tatkala ditanya oleh seorang sahabat, “Wahai Rasulullah, apakah itu ghibah?”

Lalu jawab Baginda, “Menyebut sesuatu yang tidak disukai oleh saudaramu di belakangnya!”.

Kemudian beliau ditanya lagi, “Bagaimana jika apa yang disebutkan itu benar?”

Jawab beliau, “Kalau sekiranya apa yang disebutkan itu benar, maka itulah ghibah, tetapi jika hal itu tidak benar, maka engkau telah melakukan buhtan (kebohongan besar).” ~ Hadits Riwayat Muslim, Abu Daud dan At-Tarmizi.

**

Ghibah maksudnya menyebutkan keburukan orang lain meskipun benar.

Buhtan maksudnya memfitnah dan menciptakan keburukan orang.

Orang yang mendengar ucapan ghibah juga turut memikul dosa ghibah kecuali dia mengingkari dengan lidah atau menerima dengan hatinya (yakni tidak menyampaikan cerita itu).

Bila ada kesempatan, maka lebih utama baginya mengalihkan ghibah tersebut dengan pembicaraan yang lebih manfaat.

**

Ghibah bukan hanya pada ucapan lidah, tetapi setiap gerakan, isyarat, ungkapan, celaan, tulisan atau gelar yang berbaur hinaan.

Mendengarkan ghibah dengan sikap kagum dan menyetujui apa yang dikatakannya, hukumnya sama dengan ghibah. Pahala amal kebaikan orang yang melakukan ghibah akan diberikan kepada orang yang menjadi sasaran ghibahnya.

**

Islam mengharamkan dan melarang ghibah karena bisa mengakibatkan putus ukhwah, rusak kasih sayang, timbul permusuhan, tersebar aib dan lahir kehinaan.

Rasulullah SAW bersabda: “Seseorang hamba yang membicarakan sesuatu yang belum jelas baginya (hakikat dan akibatnya), akan dilempar ke neraka jahanam sejauh antara timur dan barat.” ~ Riwayat Muslim

**

Kata “fitnah” berasal dari bahasa Arab yang berarti kekacauan, bencana, cobaan dan penyesatan. Fitnah sering dimaksudkan dengan berita bohong atau tuduhan yang diada-adakan untuk membinasakan seseorang. Al-Quran dalam surat Al-Hujarat ayat 12 jelas menguraikan persoalan fitnah.

“Wahai orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, (sehingga kamu tidak menyangka sangkaan yang dilarang) karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah sebagian kamu menggunjing setengahnya yang lain. Apakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? ( Jika demikian kondisi mengumpat) maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Jadi patuhilah larangan2 tersebut) dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Penerima Taubat lagi Maha Penyayang “.

**

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, maka hendaklah ia mengucapkan kata yang baik dan kalau tidak, harus diam.” ~ Riwayat Bukhari dan Muslim.

Rasulullah SAW ditanya tentang perilaku apakah yang paling banyak memasukkan seseorang ke dalam surga. Jawab Baginda “Taqwa kepada Allah dan keindahan akhlak, dan ketika beliau ditanya:” Apakah yang paling banyak memasukkan orang ke dalam neraka. “Beliau menjawab:” Kejahatan mulut dan kemaluan “.

Allah telah memperingatkan kaum yang suka berbohong dan berdusta di dalam firmanNya berarti: “Maka nyatalah bahwa tidak ada yang lebih zhalim dari orang yang mereka-reka perkara2 yang dusta terhadap Allah, dan mendustakan sebaik2 saja kebenaran itu disampaikan kepadanya. Bukankah (telah diketahui bahwa) dalam neraka jahanam tersedia tempat tinggal bagi orang2 kafir? ” ~ Surah az-Zumar ayat 32.

Allah berfirman: “Maukah Aku beritakan kepadamu, kepada siapakah syaitan2 itu selalu turun? Mereka turun ke tiap2 pendusta yang berdosa, yang mendengar sungguh2 (apa yang disampaikan oleh syaitan2 itu) sedangkan kebanyakan beritanya adalah dusta.” ~ Surah asy-Syuras ‘ayat 221-223.

Sabda Rasulullah SAW bermaksud: “Barangsiapa mengendalikan lidahnya (dari membicarakan kehormatan orang) maka Allah akan menutup kecelaannya (hal2 yang memalukan). Siapapun yang menahan amarahnya, Allah akan melindungi dari siksa Nya. Dan siapa yang meminta kelonggarannya kepada Allah, maka Allah akan menerima permintaan kelonggarannya. ” ~ Hadits Riwayat Ibnu Abib-Duanya.

Hadis Rasulullah SAW diriwayatkan dari Hudzaifah ra berkata: Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang suka menebar fitnah.”

Allah SWT menempatkan dosa membuat fitnah lebih buruk dampaknya daripada membunuh. Firman Allah: “… fitnah itu besar (dahsyat) dari melakukan pembunuhan …” ~ Surah al-Baqarah, ayat 217.

**

Jadi, hidup ini janganlah asyik mencari keburukan orang lain, apalagi asyik suka memfitnah demi mencari kepuasan diri agar diri berkuasa dan ingin dipercaya.

LEAVE A REPLY